Aku menerima perasaan maka aku ada

Bukan milikku, bukan karya orangtuaku, bukan juga karya keluargaku, apalagi mendoakan. Tidak pernah keluargaku, gerejaku, atau sesamaku mendoakannya. Bagaiamana mendoakannya, aku belum ada waktu itu. Ya ia yang berjuangan dalam kegetiran bahkan naik banding di pengadilan Yesus Kristus karena seakan-akan kemalangan itu hanya berpihak pada komunitasnya pada waktu itu, memang kita belum lahir, PBB menghargainya dan memberi gelar yang sangat terhormat: "Bapak Pendidikan Modern". Ia terkenal karena menerima perasaan sebagai pengakuan "ada". Aku menerima perasaan maka aku ada". Ya ia sudah mengakui dan pengakuan itu berpengaruh. Apakah aku harus menerima perasaan supaya aku ada? Ya sebuah perjuangan yang berujung pada pengakuan final: "Hanya Tinggal yang Satu" dan kepada yang "satu" itulah yang banyak mengabdikan diri. Selamat mengabdi kepada yang satu.


Comments

Popular posts from this blog

Aku menjawab maka aku ada

Aku berpikir maka aku ada

Kata-kata mutiara dari para tokoh sepanjang sejarah peradaban dunia